Minggu, Juni 21, 2026
No menu items!

Puisi Ervin Kumbang

Must Read

Salah Satu Cara Melihat Palestina

kolak dan kue sedang disusun ketika seorang bule
memanggul kamera televisi dengan logo canal+
bergerak-gerak seperti kobra waktu istiqlal
sedang sibuk bersiap menjamu buka puasa orang banyak

dalam perjalanan pulang melintasi beton pembatas
lapangan parkir, kuingat lagi adegan itu–dipaksanya
lidahku bergerak silang menyilang

lantunan ayat imam salat tarawih tadi, Ma, kataku,
mirip dengan irama nyanyi seorang trubador yahudi
–bob dylan bahkan belum menang nobel malam itu

aku tak perlu memberitahumu apa jawaban ibuku
ayahku, seperti biasa, melangkah tiga langkah
di depan membiarkan kami

tak jauh dari situ, ada gonjong paling mencolok
kami sudah cicipi bumbu-bumbunya dan mungkin
tak akan pernah kembali ke sana

2025

Senjata dan Pemuda

berikan aku trauma untuk dipupurkan pada
kelopak mata bocah lelaki yang jatuh tertidur
menjelang isya

masuk ke dalam mimpi dan di sana ia bergulat
melawan keberanian dan hasrat pada masa
depan yang agung

kelak tubuhnya segar ketika terbangun karena
bawah sadarnya menang dengan lukaluka
terwariskan dari masa yang bahkan lebih dulu
dari kakek neneknya–yang tak pernah dimintanya

dari situ kudapatkan penjelasan tentang bau
keringat dan tali sepatu tak terikat para pemuda
yang baru pulang dari demonstrasi di depan
gedung parlemen

juga anjing-anjing terkekang tali leher yang sengaja
diarahkan untuk menggonggongi orangorang
bercelana cutbrai di layar hitamputih menjelang
pertunjukan listrik gerombolan dari london

atau bayang nyala api dari kejauhan yang terang
di mata tuan hero of the day waktu ia berkhotbah
di hadapan ribuan gelisah di sebuah lapangan
dekat terminal

hmm…

dulu ada pabrik-pabrik kayu di madiun, tetapi
anak-anak lebih suka revolusi. Sejak itu, trauma
mengalir sampai ke selokan yang meriak
di sampingku kini

juga merayap dalam dinginnya kain jubah hitam
hakim paling tinggi yang tersangkut di kursi majelis
–sampai-sampai raja baru merasa perlu menitipkan
pawang untuk berjaga-jaga dari rasa takut
pada risiko atas dosa-dosa lama

2025

Setelah Ziarah

aku kenal kusutnya semak-semak rumpun salak
di belakang makam kawan sebaya yang mati pada
usia 36 empat tahun lalu–membujur dekat dataran
terendah tanah landai pemakaman umum kota kami
di hari lebaran kedua

marmer-marmer hitamnya yang baru melawan pudarnya
eksistensi sekaligus sebagai peringatan bagi rumputrumput
liar yang baunya sudah tertanam sebelum akal bisa mengingat

dari sana bermula pertanyaan soal suara hujan yang
berisiknya terasa lain karena orang-orang di sini lebih
suka seng daripada genteng

aku menahan diri dengan menyingkapkan suhu darahku
ketika duduk di lantai dengan kawankawan lama yang
berkesah soal saudara lelaki masuk penjara empat kali
karena sabusabu dan rumah baru yang mencari
belahan jiwa kedua setelah perpisahan 15 tahun lalu

2025

Bibiku Tak Membaca

kain-kain tanah abang yang menempel
di tembok toko kecil simpang tiga pasar
dekat ancol itu menunjukkan wajah yang redup
ketika aku datang

kami bicara dan aku tak punya bahasa untuk
menjelaskan permaklumanku bahwa orang tua
di hadapanku tak berdaya di hadapan
budaya online yang menggerogoti sejak covid datang

aku tak punya bahasa
untuk sesuatu yang sangat kukenal

batu-batu yang tersusun acak
di bawah lantai kayu tak jauh dari
air maninjau itulah yang mengikat
kami

akulah sang cahaya, kata mereka

memang ada hamka di sungai batang
tetapi leluhur di lembah itu adalah
anak dagang dan sawah dan rimba
tak ada kitab selain alquran

bibi-bibiku yang tak membaca
hanya bisa merasakan alamku yang asing

mereka memiliki aku
sekalipun mereka tak pernah berusaha
mengikatku

dan aku larut
dalam bayangan cahaya lampu-lampu
tikungan pejompongan
pada kaca bus rintik hujan

2025

Penyair

Ervin Kumbang lahir di sebuah kota kecil di Provinsi Jambi. Saat ini tinggal dan bekerja di Jakarta.

Buku kumpulan puisi pertamanya berjudul “Usia yang Aneh” terbit secara swadaya melalui Langgam Pustaka pada Oktober 2024. Beberapa puisinya juga pernah dimuat di media massa.

Untuk kesenangan dan berlatih menulis puisi, Ervin melakukan penerjemahan puisi-puisi asing yang bisa disimak di phyloginik.blogspot.com.



- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Momentum Mendegradasi ARTJOG

Kontroversi mengenai keterlibatan Didit Hediprasetyo dalam pembukaan ARTJOG 2026 mungkin akan berlalu sebagaimana polemik-polemik seni lainnya. Namun perdebatan yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img