Kamis, Juli 30, 2026
No menu items!

bahasa

Teater sebagai Ruang Jeda Aktivisme: Merebut Kembali Otoritas Tubuh Aktivis Perempuan

Saya masih mengingat dengan jelas peristiwa satu tahun yang lalu, sekitar bulan Agustus 2025 ketika gelombang protes massa turun ke jalan menuntut keadilan akibat ketimpangan ekonomi dan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, diperparah oleh kematian driver Gojek dilindas...

Upaya Menghadirkan Tragedi Kemanusiaan Yang Indah

Gantungan-gantungan kertas putih pembungkus lilin itu terlihat menghiasi panggung. Satu per satu sosok pria berbaju hitam terlihat menyalakan lilin-lilin yang terbungkus kertas putih itu. Belum usai semua lilin dinyalakan, ada bagian api dari lilin yang membakar kertas sehingga membuatnya...

Denyut Ritual Bali dalam Perempuan dan Alam

Citra Sasmita, perupa dan seniman multidisiplin asal Tabanan, Bali. Namanya mulai banyak diperbincangkan di kancah seni rupa Indonesia dan global. Di balik karya-karya lukisan, patung dan instalasi, ia memadukan teknik tradisional kamasan yang dipadukan dengan berbagai media, selain mengangkat...

Puisi Ervin Kumbang

Salah Satu Cara Melihat Palestina kolak dan kue sedang disusun ketika seorang bulememanggul kamera televisi dengan logo canal+bergerak-gerak seperti kobra waktu istiqlalsedang sibuk bersiap menjamu buka puasa orang banyak dalam perjalanan pulang melintasi beton pembataslapangan parkir, kuingat lagi adegan itu–dipaksanyalidahku bergerak...

Momentum Mendegradasi ARTJOG

Kontroversi mengenai keterlibatan Didit Hediprasetyo dalam pembukaan ARTJOG 2026 mungkin akan berlalu sebagaimana polemik-polemik seni lainnya. Namun perdebatan yang muncul sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang satu figur, satu yayasan, atau satu peristiwa seni. Ia membuka pertanyaan yang lebih besar...

Puisi buah karya Hamimie

Soneta: Kura-kura Terakhir Pulau Vulkanik Galapagos kapal-kapal yang berlabuhtersimpan rapat di saku matanyavarian senja menjelang langit lebamterbungkus rapi dalam cangkang kekal buih di kakimungkin ciuman-ciuman ombakkan terkenang sebagai kawandan sayap angsa, seperti terluka oleh permainan cinta. Iabegitu gugup; selalu ada aruskesedihan yang...

Puisi Yanuar Abdillah Setiadi

Sepatu Bawalah aku ke negeri-negeriyang ada di dongengpengantar tiduryang dibacakan ibu.Di negeri itu,Aku bisa kaburdari hiruk pikuksosial media. Purbalingga, 2025 Spidol Bukankah Tuhan memerintahkanmanusia untuk membacabukan menulis.Lantas, untuk apa aku diciptakan?Menulis adalah anakyang lahir dari rahim membaca. Purbalingga, 2025 Orasi Kabupaten Pada Kaum Urban Kami memang...

Puisi-Puisi Y.P.B. Wiratmoko

POHON JIWAKU  pohon jiwaku kubiarkan bertunasmenelusuri kebebasan di langit hatiku sampai aku tahu angin surga yang terus meniupkan kesucian  dan kekudusan hidup sampai hujan berkat tercurah akan kerelaan damai sejahteranya  bunga-bunga kegembiraan kubiarkan terus mekar bergerak penuh semangat dalam buah-buah harapan yang terbuka dalam sukacita  langit biru yang bersih adalah kelegaan dan...

Yang Terbaik untuk Kita

Hujan di pagi bulan Januari masih menyisakan rintik-rintik yang mulai mendinginkan hati. Pandanganku di dalam ruangan ini hanya tertuju ke satu arah: Riana. Seorang petugas kebersihan sekolah yang sedang sibuk mengepel lantai dan membuat kopi untuk para guru setiap...

Dia yang Tersisa Paling Akhir

Kisah yang akan kubagikan ini dimulai tepat sebelum aku menemukan tempat peristirahatan terakhirku. Pada sebuah kotak kayu mahoni yang sudah lapuk bersama saudara-saudaraku lainnya. Tidak pernah aku duga bahwa pada akhirnya aku akan berlabuh di tempat ini. Tapi tentu...
- Advertisement -spot_img

Latest News

Musuh Para Anti-Kapitalis Radikal adalah Moda Produksi Kapital dan Negara, Bukan sekedar ARTJOG, Didit, dan Narasi Kuratorial

“Nothing is true, everything is permitted” —Hammer-Purgstall dalam The History of the Assassins Ada polemik yang menyertai festival seni rupa bernama...
- Advertisement -spot_img