Hujan di pagi bulan Januari masih menyisakan rintik-rintik yang mulai mendinginkan hati. Pandanganku di dalam ruangan ini hanya tertuju ke satu arah: Riana. Seorang petugas kebersihan sekolah yang sedang sibuk mengepel lantai dan membuat kopi untuk para guru setiap...
Kisah yang akan kubagikan ini dimulai tepat sebelum aku menemukan tempat peristirahatan terakhirku. Pada sebuah kotak kayu mahoni yang sudah lapuk bersama saudara-saudaraku lainnya. Tidak pernah aku duga bahwa pada akhirnya aku akan berlabuh di tempat ini. Tapi tentu...
Jalan Kecil Menuju Pulang: Dina Oktaviani
tumbuhlah, tumbuh patahkupatah yang berjalaninikah jalan kecil itu, dina?tak seorang pun bisa menjadi bulandi langitlangit rumah yang menyalakan putus asakejatuhan seperti kaki raksasaterbelahbelah & kutelan reruntuhandaratan ini menjorokku hingga angin terakhirtanjung sialan, ketika kujauhi...
Paling tidak, belum ada seseorang atau kelompok kesenian (pantomim) yang melakukan gerakan keseniannya sampai kini seperti yang dilakukan Bengkel Mime Yogyakarta. Kelompok ini merilis program terkini dengan menu workshop hingga pementasan di dalamnya. Gagasan ini membawa Bengkel Mime melakukan perjalanan dari...
BULAN SEMPURNA DI WAJAH LAUT
Akhirnya kita berhenti di siniSebuah pantai kecil yang sepiLengkap dengan serakan sampahSeperti rumah kita yang kerap pecahDan berhamburan sampai ke halaman
Bulan menggantung di langitDan bulan di muka ombakSementara lampu kamar kita masih nyalaMenunggu tubuh kita...
Nyanyian dari Teluk Cenderawasih
Laut di sini tidak biru, ia bening seperti mata nenek yang menatap masa lalu tanpa dendam. Di atas perahu, para nelayan mendengar desir ombak seperti bisikan dari arwah yang pernah tenggelam bersama mimpi tentang kebebasan. Sagu...
Aku memiliki bedil dalam mulutku. Bedil itu tumbuh dalam diriku sejak aku dalam kandungan ibu. Pelatuknya hanya akan mengetuk peluru keluar apabila aku bersuara kencang, dengan kata lain, berteriak.
Bisa kalian bayangkan, bagaimana brutalnya kondisi ruang bersalin saat aku lahir....
Disaksikan daun pintu yang terkunci dan gorden jendela motif bunga birkin yang melambai tertiup kipas angin_yang setia tengok kanan kiri serupa kepala kiai yang mendengungkan tahlil_adegan pembuka dimulai. Runi memelorotkan celana dalam Ron dengan manja ketika cecak...
Kesumat
Kau tahu… ?Buku - buku yang kau pinjamdan tidak pernah kau kembalikanAkan menuntut balasBukan di nerakaTapi di album Iwan Fals berikutnya.
Pati, 2016
Nyaris
Menyeduh kopi dengan sisa air wudhuTuhan, kau nyaris dekat dengan urat leherku.
Pati, 2016.
Kopi Manunggaling Gusti
Kuaduk kopiku sampai butirnya...
1.
Setelah makan, dan menggenapi beberapa urusan, kau berangkat ke tempat pertunjukan; dan kau sadari, cukup sering menonton pertunjukan atau pameran dengan keadaan perut yang sudah terisi—meski tak kenyang. Sesampainya di sana, kau mendapati orang-orang menanti dimulai pertunjukan. Dan, tentu,...