Ratusan tahun, di banyak kota & di berbagai belahan dunia, dalam otak manusia tercetak gambaran stereotip hubungan desa dan kota sebagai oposisi biner. Desa adalah oposisi biner kota dan, atau, sebaliknya, kota adalah oposisi biner desa. Pun ketika perjumpaan...
“Nothing is true, everything is permitted”
—Hammer-Purgstall dalam The History of the Assassins
Ada polemik yang menyertai festival seni rupa bernama ARTJOG 2026. Dalam polemik tersebut, masyarakat terbagi menjadi dua kubu; kubu Para Komunitarian yang kontra terhadap pasar bebas; korporasi-besar dan...
Hari-hari ini banyak teman yang berbincang tentang rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia menutup program-program studi perguruan tinggi di Indonesia yang tidak dibutuhkan oleh dunia industri. Rencana ini menunjukkan mana yang dianggap penting dan mana...
Mengapa kita—yang mengaku atau diaku sebagai praktisi seni rupa profesional—menggambar, melukis, membuat patung, dan atau, membuat karya-karya seni rupa lainnya? Pertanyaan semacam ini biasanya hadir dalam forum-forum yang relatif serius, baik yang terjadi di dalam kelas, seminar, obrolan curhat...
Beberapa hari setelah kami kembali dari tempat yang belum lama ini dianggap sebagai Palestina pada masa depan, dan yang sekarang menjadi penjara terbesar di dunia (Gaza) dan “ruang tunggu” terbesar di dunia (Tepi Barat), aku bermimpi.
Aku berdiri sendirian, telanjang...
Di tengah keriuhan seni rupa kontemporer yang sering kali terjebak dalam pengejaran citra spektakuler atau narasi global yang mengawang, Seri Ring Road (2009) karya Syahrizal Pahlevi muncul sebagai sebuah anomali yang membumi. Ia tidak bicara tentang megahnya gedung pencakar...