Sepatu
Bawalah aku ke negeri-negeri
yang ada di dongeng
pengantar tidur
yang dibacakan ibu.
Di negeri itu,
Aku bisa kabur
dari hiruk pikuk
sosial media.
Purbalingga, 2025
Spidol
Bukankah Tuhan memerintahkan
manusia untuk membaca
bukan menulis.
Lantas, untuk apa aku diciptakan?
Menulis adalah anak
yang lahir dari rahim membaca.
Purbalingga, 2025
Orasi Kabupaten Pada Kaum Urban
Kami memang tertinggal
Namun kami menawarkan
yang kota tidak jual;
yaitu ketenangan!
Purbalingga, 2025
Sedikit dari Redaktur
Puisi-puisi Yanuar Abdillah Setiadi cukup unik dan menggelitik. Dia hadir sebagai tafsir baru pada apa yang kita anggap sebagai sesuatu yang sudah seharusnya. Ia cukup nakal mengulik berbagai pemahamanan dan kesadaran umum yang membuat kita selalu bercuriga pada apa saja. Yaniar dan puisinya adalah sentilan kecil sebagai isyarat, tepukan sebagai penanda kita bahwa tidak ada yang sebenarnya baik-baik saja.
(Indrian koto)
PENYAIR

Yanuar Abdillah Setiadi Lahir di Purbalingga, Januari 2001. Mukim di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Alumnus Pendidikan Bahasa Arab di kampus yang sama. Dua buku mutakhirnya berjudul Mengaji Pada Alif (2023) dan Melihat Lebih Dekat (2024). Nominator Terminal Award Mojok.co Yogyakarta tahun 2023






