Minggu, Maret 1, 2026
No menu items!

Puisi-Puisi Y.P.B. Wiratmoko

Must Read

POHON JIWAKU 

pohon jiwaku kubiarkan bertunas
menelusuri kebebasan di langit hatiku 
sampai aku tahu angin surga 
yang terus meniupkan kesucian 

dan kekudusan hidup 
sampai hujan berkat tercurah 
akan kerelaan damai sejahteranya 

bunga-bunga kegembiraan 
kubiarkan terus mekar bergerak 
penuh semangat dalam buah-buah 
harapan yang terbuka 
dalam sukacita 

langit biru yang bersih 
adalah kelegaan dan aku mendengar 
segala macam nyanyian di bumi rasaku 
dan aku akan tekun mendengarkannya 

(Ngawi 11 Juni 2024)

KESAN NAN ELOK 

Janji sempurna 
Burung bernyanyi di dahan jati 
Suara nyaring 
Di balik kamar gadis nan cantik 

Gerimis tipis 
Di dalam taman wangi melati 

Sesayap lebah 
Terdengar ramah mengitari bunga 
Bintang bersinar 
Di langit malam tidaklah pudar 

(Ngawi, 6 Juni 2024) 

SELEPAS DUKA 

Siulan burung di pohon kedawung 
Seuntai sajak tidak terisak 
Ingatkan kita semasa muda 
Terpahat penuh semangat 

Di punggung gunung duduk termenung 
Merasa diri dalam damai 
Kekasihmu kembali berlagu 
Dalam rindu ingin bertemu  

Jauhkan rasa dari duka lara 
Segala cinta sunggah di dada 
Dalam sunyi jiwa terangkat tinggi 
Semua teratur tiada bentur 

(Ngawi, 14 Januari 2024)

KALASUBA 

Pandhawa satria utama 
Hidup sederhana damai dan sejahtera 
Tetapi mengapa Duryudana raja Astina itu 
Selalu menaruh sakwasangka? 

Adalah Kalamadenda 
Raksasa sakti mandraguna 
Ingin membantu Duryudana dan Kurawa 
Menumpas satria Pandhawa 

Agar mudah menumpasnya 
Kalamadenda punya permintaan 
Agar Semar dijadikan sebagai tumbal 
Giranglah para Kurawa 

Di Padhukuhan Klampis Ireng 
Semar bermata batin awas 
Sebelum dibunuh ia gugat ke Kahyangan 
Ketemu Sang Bathara Wenang 

Atas petunjuk Sang Bathara Wenang 
Semar kembali ke mayapada 
Ia hendak memalukan Kalamadenda
Berkatalah Semar Badranaya 

“Engkau mencari siapa?” 
“Aku mencari Semar!” 
“Semar telah mati! Yang ada Resi Kalasuba 
Kau siapa?” 
“Namaku Kalamadenda!” 
“He, Kalamadenda! Ayo, kalahkan aku!” 

Kalamadenda menghajar Resi Kalasuba 
Ia berubah wujud menjadi Semar Sejati 
“He, Kalamadenda! Jika engkau ingin 
memakan aku, ayo makanlah! 

Semua lakon kehidupan telah aku alami 
dan aku jalani 
Jadi Dewa, aku pernah 
Jadi raja, aku pernah 
Jadi pendhita aku pernah 
Jadi kawula atau punakawan aku pernah 
Jadi kere aku telah biasa 

E, lae lae! Jangan kaukira aku tak tahu 
Siapa kau? Kau adalah Bathara kala! 
Kau ingin menangsa kesatria Pandhawa bukan? 

Ketahuilah, Pandhawa Lima itu 
bukan sukerta karena walaupun 
mereka berlima tetapi satu ayah 
dan dua ibu 
Jadi, bukankah makananmu! 

Ayo, pulang!!! 
Sebelum kuremuk jiwa-ragamu!” 
Hening niskala 
Semar rahayu 
Kalamadenda menanggung malu

(Ngawi, 2 Agustus 2025)

PENYAIR

Y.P.B.Wiratmoko

Lahir di Ngawi. Penulis dan penyair. Telah menulis 200+ judul buku dan diterbitkan oleh Kompas group dan 25 penerbit anggota IKAPI Jawa Timur. Bukunya beredar di perpustakaan sekolah-sekolah dan perpustakaan desa di seluruh Indonesia. Buku yang ditulis adalah buku-buku di berbagai disiplin bidang ilmu termasuk sastra dan filsafat. 

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Satu Hari, Dua Sesi, dan Lima Belas Tubuh yang Berbagi

Enam Tubuh di Petang yang Cukup Teduh Akhir Januari, dan kau menggenapi sebuah undangan menyaksi, menonton parade pantomim yang diadakan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img