Selama seminggu ini saya menyibukkan diri untuk beres-beres seisi rumah juga halaman rumah. Untuk apa? Sederhana saja: untuk menjaga kebersihan dan kerapian rumah. Aku hidup sendirian di rumah nan kecil, mungil, cekly. Terkadang saya sebel nian rasanya apabila rumah ini tampak kotor dan berantakan. Padahal itu sering terjadi ketika diriku sedang disibukkan dengan banyak kegiatan yang membutuhkan banyak benda untuk diolah: membuat wayang, menggambar, mencukil atau bikin patung dari tanah liat. Uhh…
Dulu aku memang pernah berjanji pada diri sendiri bahwa rumah kecil ini harus bersih dan rapih setiap hari. Namun janji itu ternyata bukan janji seorang Samurai, janji yang mudah berkerut dan mudah lemas. Lantas apakah perjanjian itu akan aku ingkari lagi kali ini? Memang tak ada hukumnya mengingkari janji terlebih pada diri sendiri. Namun diriku merasa menjadi seorang pecundang pabila pengingkaran itu terjadi. Aku tak boleh jadi pecundang ini kali.
Apa bedanya beres-beres sekarang dan dulu? Dulu aku tak punya motivasi atau arah tujuan selain agar bersih dan rapi saja. Sekarang saya hanya ingin mendidik mentalitas agar menjadi seorang pribadi yang gemar menjaga, melestarikan, merawat dan menumbuhkan. Cieee…ciieee… mengapa aku musti mendidik diri sendiri?
Aku bercita-cita membuat sebuah museum kecil yang berisi ingatan dan pengetahuan berupa benda, cerita, prestasi, peristiwa, keluarga, kampung halaman, kota, negara dan dunia. Segala-gala yang (pernah) bersentuhan dan berdekatan dengan diriku sedari kecil hingga tua nantinya. Betapa hidup ini penuh gerak nan dinamis sepanjang waktu. Untuk sementara waktu aku mulai mendata benda-benda dan narasi yang akan dimuseumkan.
Oleh karena itulah aku musti mendidik diri ini mulai dari sekarang sebelum museum kecil itu benar-benar terwujud. Orang harus membangun dirinya terlebih dahulu sebelum mewujudkan sesuatu yang bernama cita-cita. Sebab tanpa dilandasi jiwa dan pikiran yang matang dan tenang hasilnya akan amburadul, atau malah bisa jadi mengganggu dan merepotkan banyak orang.
Jangan sampai niatan baik itu rusak karena sikap yang masih gegabah. Sebab saya tidak sedang bercita-cita membangun Museum Gegabah seperti yang dikatakan seorang temen berinisial CMI. Huft hobinya memang beikin gerah aja dia! (S3)






