Senin, Agustus 3, 2026
No menu items!

Maulidan Rahman Siregar

Puisi buah karya Maulidan Rahman Siregar

menembak pacar dengan doa orang mabuk kepada sebotol bir, kuremas jantung yang melekat di sela waktu makan siangmu, kau butuh segelas teh es untuk klimaks tapi puisi adalah juga senjata, dan puisi adalah juga si buta yang terus dipaksa terjaga, dan...

About Me

1 KIRIMAN
0 KOMENTAR
- Advertisement -spot_img

Latest News

Musuh Para Anti-Kapitalis Radikal adalah Moda Produksi Kapital dan Negara, Bukan sekedar ARTJOG, Didit, dan Narasi Kuratorial

“Nothing is true, everything is permitted” —Hammer-Purgstall dalam The History of the Assassins Ada polemik yang menyertai festival seni rupa bernama...
- Advertisement -spot_img