Senin, Maret 30, 2026
No menu items!

seni pertunjukan

Gawe-gawe Lohgawe

Jumat, 6 April 2018, sore hari. Hujan mulai reda. Langit masih dikepung mendung tebal. Saya terus menunggu sambil harap-harap cemas. Mengingat malam sebelumnya Malang dilanda hujan yang sangat deras dan listrik padam. Berulang kali saya memandang ke arah langit...

Selanjutnya Bengkel Mime ke Medan

Mengakhiri Bengkel Mime Ke Timur Menempuh perjalanan ke Timur tidaklah dekat dan mudah. Bayangan indah pulau-pulau jauh di Indonesia hanya pernah terbayangkan anak-anak ketika sekolah dasar dan menguap seiring berjalananya waktu. Tidak kurang 2 kali perjalanan kereta, 5 kali penerbangan...

Satu Hari, Dua Sesi, dan Lima Belas Tubuh yang Berbagi

Enam Tubuh di Petang yang Cukup Teduh Akhir Januari, dan kau menggenapi sebuah undangan menyaksi, menonton parade pantomim yang diadakan Yayasan Rumah Pantomime Yogyakarta di IFI. Setelah menimbang ulang untuk memakai tebal jaket dan sepatu, sebab kau ingat pendingin ruangan...

Anatomi Keraguan di Meja Juri: Catatan 12 Orang Marah

Pada 31 Januari 2026, di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Kisam Dji'un. Malam itu, di tengah barisan penonton yang padat dan pengap oleh ekspektasi, saya kembali diingatkan mengapa 12 Angry Men tetap menjadi naskah yang “angker” untuk disentuh. Karya...

Menonton Teater: Antara Hiburan, Refleksi, dan Kejujuran Tubuh

Apakah salah jika menonton teater tidak diniatkan sebagai hiburan? Sama sekali tidak. Justru, menonton teater sebagai sarana belajar dan refleksi memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar mencari tawa. Dalam teater, setiap detik adalah peristiwa yang tidak akan terulang....

Salah Tampa: Kegamangan Dramatik dan Kehadiran Ruang Pertunjukan

Salah Tampa (31/5) judul pertunjukan yang hadir di Taman Budaya Kulon Progo telah sampai dengan selamat - menjadi media alih wahana dari peristiwa lokal menuju panggung pertunjukan. Sampai dengan selamat menjadi kata yang tepat dalam pertunjukan malam itu, perihal...

Pentas Keliling Teater Mari-Mari Jepang Inisiasi Produksi Institut Hidup

Proses Kerjasama Institup Hidup di awal tahun 2025 berkesempatan untuk memproduseri pertunjukan keliling Teater Kaki Lima Puchi Mari Mari. Awalnya  saya berkenalan dengan salah satu pendiri Mari-Mari yaitu Hotaka Hagiwara dari rekomendasi mas Yudhi Ahmad Tajudin, teater Garasi. Kami mulai...

Melihat “Arah Menuju Temaram”: Kritik Terhadap Kritik, Ketika Adiksi Smartphone Jadi Normal Baru

Pada Sabtu malam, 26 April 2025, saya berkesempatan menyaksikan pementasan "Arah Menuju Temaran" oleh Teater 28 Universitas Siliwangi (Unsil) di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya sebagai undangan. Dengan naskah dan penyutradaraan oleh Azis W. Adhidrawa (Azis Moa) dan Astrada Arini...

Melihat Sejarah pada Sebuah Petang yang Basah

1. Setelah berziarah ke makam Soerjopranoto, dan mampir ke Aula Budi Utomo, serta makan siang di sana, kalian lalu dibawa ke TBY. Di bis, kalian diberi ikat kepala bertuliskan: Sarekat Islam—dengan lambang bulan-bintang di antara dua kata yang menjelma frasa....

Catatan Singkat SMP #2

Solo Mime Parade diselenggarakan kedua kalinya oleh Solo Mime Society tempo hari, 13 Juni 2014 di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta. Menarik bahwa peristiwa langka ini diawali dengan Diskusi pantomim sore harinya dengan tiga pembicara. Mereka dikenal...
- Advertisement -spot_img

Latest News

Seni Rupa Ceria

Mengapa kita—yang mengaku atau diaku sebagai praktisi seni rupa profesional—menggambar, melukis, membuat patung, dan atau, membuat karya-karya seni rupa...
- Advertisement -spot_img