Minggu, Maret 22, 2026
No menu items!

sastraindonesia

Puisi Yanuar Abdillah Setiadi

Sepatu Bawalah aku ke negeri-negeriyang ada di dongengpengantar tiduryang dibacakan ibu.Di negeri itu,Aku bisa kaburdari hiruk pikuksosial media. Purbalingga, 2025 Spidol Bukankah Tuhan memerintahkanmanusia untuk membacabukan menulis.Lantas, untuk apa aku diciptakan?Menulis adalah anakyang lahir dari rahim membaca. Purbalingga, 2025 Orasi Kabupaten Pada Kaum Urban Kami memang...

Yang Terbaik untuk Kita

Hujan di pagi bulan Januari masih menyisakan rintik-rintik yang mulai mendinginkan hati. Pandanganku di dalam ruangan ini hanya tertuju ke satu arah: Riana. Seorang petugas kebersihan sekolah yang sedang sibuk mengepel lantai dan membuat kopi untuk para guru setiap...

Natal Tanpa Bapak

Memori itu masih terngiang hingga kini. Ketika aku masih kecil, bapak sering mengajakku ke kota dengan sepeda jengki plantangan. Aku duduk di depan, sementara bapak mengayuh pelan. Sepanjang jalan, ia menunjuk bangunan demi bangunan yang kami lewati, seolah sedang...

Puisi Kristal Firdaus

Jalan Kecil Menuju Pulang: Dina Oktaviani tumbuhlah, tumbuh patahkupatah yang berjalaninikah jalan kecil itu, dina?tak seorang pun bisa menjadi bulandi langitlangit rumah yang menyalakan putus asakejatuhan seperti kaki raksasaterbelahbelah & kutelan reruntuhandaratan ini menjorokku hingga angin terakhirtanjung sialan, ketika kujauhi...

Puisi Ridwan KH

BULAN SEMPURNA DI WAJAH LAUT Akhirnya kita berhenti di siniSebuah pantai kecil yang sepiLengkap dengan serakan sampahSeperti rumah kita yang kerap pecahDan berhamburan sampai ke halaman Bulan menggantung di langitDan bulan di muka ombakSementara lampu kamar kita masih nyalaMenunggu tubuh kita...

Puisi Rifqi Septian Dewantara

Nyanyian dari Teluk Cenderawasih Laut di sini tidak biru, ia bening seperti mata nenek yang menatap masa lalu tanpa dendam. Di atas perahu, para nelayan mendengar desir ombak seperti bisikan dari arwah yang pernah tenggelam bersama mimpi tentang kebebasan. Sagu...

BAYI DENGAN BEDIL DALAM MULUTNYA

Aku memiliki bedil dalam mulutku. Bedil itu tumbuh dalam diriku sejak aku dalam kandungan ibu. Pelatuknya hanya akan mengetuk peluru keluar apabila aku bersuara kencang, dengan kata lain, berteriak. Bisa kalian bayangkan, bagaimana brutalnya kondisi ruang bersalin saat aku lahir....

Empat Sehat Lima Janda

         Disaksikan daun pintu yang terkunci dan gorden jendela motif bunga birkin yang melambai tertiup kipas angin_yang setia tengok kanan kiri serupa kepala kiai yang mendengungkan tahlil_adegan pembuka dimulai. Runi memelorotkan celana dalam Ron dengan manja ketika cecak...

Bu Kos dan Kucingnya

Untuk keperluan studi, aku kembali tinggal di kos-kosan. Kos baruku milik sebuah keluarga berisi sepasang suami istri dan seorang anak perempuan seusiaku. Ibu kosku memiliki enam ekor kucing. Setiap kucing memiliki kisahnya masing-masing. Seringkali kulihat setiap sore Ibu memberi...

Gurit Mei Efendi dan Puisi Erhan Al Farizi

GEGURITAN MEI EFENDI LAYANG KANGGO ANGGRAINI AnggrainiWaspamu deres miliNgelepi kadigdayan ing badanku sakujur Ing kana wanci kang padhaSandiwara tresnaku-tresnamuDigelar maneh ing panggung-panggung tonil O emas mirahku….!Aja kok takokake rasane nresnaniAku wis ora ngertiSabab sekabehing wektuWis kebegan dening kapangOra ana kang cicirDak kuncupake katresnan...
- Advertisement -spot_img

Latest News

Puisi Yanuar Abdillah Setiadi

Sepatu Bawalah aku ke negeri-negeriyang ada di dongengpengantar tiduryang dibacakan ibu.Di negeri itu,Aku bisa kaburdari hiruk pikuksosial media. Purbalingga, 2025 Spidol Bukankah Tuhan...
- Advertisement -spot_img