Sepatu
Bawalah aku ke negeri-negeriyang ada di dongengpengantar tiduryang dibacakan ibu.Di negeri itu,Aku bisa kaburdari hiruk pikuksosial media.
Purbalingga, 2025
Spidol
Bukankah Tuhan memerintahkanmanusia untuk membacabukan menulis.Lantas, untuk apa aku diciptakan?Menulis adalah anakyang lahir dari rahim membaca.
Purbalingga, 2025
Orasi Kabupaten Pada Kaum Urban
Kami memang...
POHON JIWAKU
pohon jiwaku kubiarkan bertunasmenelusuri kebebasan di langit hatiku sampai aku tahu angin surga yang terus meniupkan kesucian
dan kekudusan hidup sampai hujan berkat tercurah akan kerelaan damai sejahteranya
bunga-bunga kegembiraan kubiarkan terus mekar bergerak penuh semangat dalam buah-buah harapan yang terbuka dalam sukacita
langit biru yang bersih adalah kelegaan dan...
Pada 31 Januari 2026, di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Kisam Dji'un. Malam itu, di tengah barisan penonton yang padat dan pengap oleh ekspektasi, saya kembali diingatkan mengapa 12 Angry Men tetap menjadi naskah yang “angker” untuk disentuh. Karya...
Hujan di pagi bulan Januari masih menyisakan rintik-rintik yang mulai mendinginkan hati. Pandanganku di dalam ruangan ini hanya tertuju ke satu arah: Riana. Seorang petugas kebersihan sekolah yang sedang sibuk mengepel lantai dan membuat kopi untuk para guru setiap...
Memori itu masih terngiang hingga kini. Ketika aku masih kecil, bapak sering mengajakku ke kota dengan sepeda jengki plantangan. Aku duduk di depan, sementara bapak mengayuh pelan. Sepanjang jalan, ia menunjuk bangunan demi bangunan yang kami lewati, seolah sedang...
Kisah yang akan kubagikan ini dimulai tepat sebelum aku menemukan tempat peristirahatan terakhirku. Pada sebuah kotak kayu mahoni yang sudah lapuk bersama saudara-saudaraku lainnya. Tidak pernah aku duga bahwa pada akhirnya aku akan berlabuh di tempat ini. Tapi tentu...
Jalan Kecil Menuju Pulang: Dina Oktaviani
tumbuhlah, tumbuh patahkupatah yang berjalaninikah jalan kecil itu, dina?tak seorang pun bisa menjadi bulandi langitlangit rumah yang menyalakan putus asakejatuhan seperti kaki raksasaterbelahbelah & kutelan reruntuhandaratan ini menjorokku hingga angin terakhirtanjung sialan, ketika kujauhi...
Nyanyian dari Teluk Cenderawasih
Laut di sini tidak biru, ia bening seperti mata nenek yang menatap masa lalu tanpa dendam. Di atas perahu, para nelayan mendengar desir ombak seperti bisikan dari arwah yang pernah tenggelam bersama mimpi tentang kebebasan. Sagu...
Aku memiliki bedil dalam mulutku. Bedil itu tumbuh dalam diriku sejak aku dalam kandungan ibu. Pelatuknya hanya akan mengetuk peluru keluar apabila aku bersuara kencang, dengan kata lain, berteriak.
Bisa kalian bayangkan, bagaimana brutalnya kondisi ruang bersalin saat aku lahir....
Kita tidak pernah bisa menebak akan mati kapan dan dengan cara apa. Namun kita bisa merencanakan apa saja yang bisa dilakukan sebelum kematian datang. Meskipun kita juga tidak tahu, apakah bisa melaksanakan semuanya.
Renungan tersebut hadir setelah membaca buku Seminggu...
Mengapa kita—yang mengaku atau diaku sebagai praktisi seni rupa profesional—menggambar, melukis, membuat patung, dan atau, membuat karya-karya seni rupa...