Jumat, Mei 15, 2026
No menu items!

puisi

Puisi Imam Khoironi

MENJELANG SUBUH fajar lindap pelan-pelan ke punggung ibuyang sedari malam menangis menanti kabar baik mengetuk pintubapak mondar-mandir mengelilingi setiap kemungkinan lewat tengah malam, ia belum juga hadirdi antara aku dan ibu hanya ada dunia yang suramaku masih terbaring sejak pertama kaliibu...

Puisi-puisi Manis

Kopi dan Rindu Menyatu Rinduku padamu serupa kopiSaat kepulnya bergumul di udaraAkan mudah dibawa angin menujumuSeolah tahu ke mana arah pulang Rinduku padamu tak ubahnya kopiSaat aromanya riapkan wangiMemaksa tabir menyerah dan taklukSeolah tak punya daya tuk halangi Rinduku padamu seperti kopiSaat...

Gurit Mei Efendi dan Puisi Erhan Al Farizi

GEGURITAN MEI EFENDI LAYANG KANGGO ANGGRAINI AnggrainiWaspamu deres miliNgelepi kadigdayan ing badanku sakujur Ing kana wanci kang padhaSandiwara tresnaku-tresnamuDigelar maneh ing panggung-panggung tonil O emas mirahku….!Aja kok takokake rasane nresnaniAku wis ora ngertiSabab sekabehing wektuWis kebegan dening kapangOra ana kang cicirDak kuncupake katresnan...

Menjadi

“Perubahan sulit pada awalnya, berantakan di tengah dan indah di akhir”- Pepatah entah Berangkat dari “pepatah entah” itu kita diajak merenung tentang terjadinya perubahan. Darimanakah terjadinya perubahan? Mengapa bisa terjadi? Namun, sebelum jauh melangkah sebaiknya kita tanyakan pada diri kita...

Karya Puisi Adik Kita Syifa dan Salsabila

AYAH ADALAH ULTRAMEN KU KARYA : ASYIFA TIANA IRIANI Ayah kau adalah pelita dalam hidupkuAku tanpa sosok ayah rasanya sangat hampaAku rindu tangan mu yang kekar, yang selalu melindungikuAku rindu pelukanmu yang hangat itu, danSenyummu yang indah seperti bulan purnamaAyah maafkan...

Puisi Karya Agus Widey

Dikisahkan Untuk Syali barangkali, kita tidak akan kehabisan waktu untuk berduka.seperti mengeluh pada cuaca, ketika sore tanpa senja,atau ketika rumpun kecemasan tumbuh begitu saja. bakat kita tercipta dari kesunyian;meratapi tatanan kesedihan,di antara batas kehilangan. Syali, kau tahu,bagaimanapun bentuknyakesedihan tetaplah kesedihan. Yogyakarta, 2024 Epilog Sunyi gerimis...

SAWAH DAN SAMBAL TERASI

Solo mula-mula bukan politik jika kita mengingat nama-nama penting yang  berkuasa di Indonesia, sejak sepuluhan tahun yang lalu. Solo itu anak-anak. Maksudku, Solo menjadi tempat biografis bagi anak-anak yang berkembang menjadi pengarang. Sengaja, aku mengingat Solo dan pengarang ketimbang...

Puisi F. A Lillah

24 Jam ceracau burung hudhud tak lagi menggemma di udaratergantikan dentuman keras bom yang memecahkan lumbung hatianak-anak kecil yang biasanya masih menggigit jari telunjukdi jendela kamar sambil memandang halaman bahkan tenaga kesehatan kehilangan akalmengungkap kematian paling liar di muka bumiuntuk memastikan...

Puisi buah karya Heru Patria

EXSPAYED Jika bagian terindah dari tidur adalah mimpiMaka bagian terindah dari hidup adalah matiJadi jangan pernah berharap lagiKarena kejayaanmu telah usaiDigerogoti tikus-tikus berdasiJakarta telah ekspayed kini Blitar, 2024 Dialog Jakarta Jak,Coba tengok punggung legammuAdakah kurap atau sebentuk panuYang membuatmu tak lagi dirindu Karta,Tolong ambil...

Puisi Sinta Nuraini

Menanti Untuk Menari Aku ingin menari di bawah rintik hujanAku ingin menari di bawah terik matahariAku ingin tertidur di pangkuanmudi bawah pohon rindang bertikar kotak-kotak Helai-helai rambut tertabrak angin lalu telunjukmu melintas di depan mata Mencari seutas tali guna menyatukan rambut...
- Advertisement -spot_img

Latest News

Geguritane Rois Pakne Sekar

Lambe Judhas lan geguritan liyane Lambé Judhas Aku kelingan bacio délla mortéSaka lambéné Judas ing wêngi pasêdhahan kang pungkasanApa ya kaya...
- Advertisement -spot_img