Dengan hati yang sedih saya menuliskan rubrik “Cita-cita” kali ini, sebab usaha dan rancangan selama satu tahun telah hilang sia-sia. Sedihnya melebihi putus dengan seorang kekasih lantaran tidak disetujui kedua orang tuanya.
Begini ceritanya:
Saya dan kedua teman (Koto dan Mbuko)...
1.
Setelah berziarah ke makam Soerjopranoto, dan mampir ke Aula Budi Utomo, serta makan siang di sana, kalian lalu dibawa ke TBY. Di bis, kalian diberi ikat kepala bertuliskan: Sarekat Islam—dengan lambang bulan-bintang di antara dua kata yang menjelma frasa....
Mengapa kita—yang mengaku atau diaku sebagai praktisi seni rupa profesional—menggambar, melukis, membuat patung, dan atau, membuat karya-karya seni rupa...