Minggu, Maret 22, 2026
No menu items!

esai

Al Rabwah

Beberapa hari setelah kami kembali dari tempat yang belum lama ini dianggap sebagai Palestina pada masa depan, dan yang sekarang menjadi penjara terbesar di dunia (Gaza) dan “ruang tunggu” terbesar di dunia (Tepi Barat), aku bermimpi. Aku berdiri sendirian, telanjang...

Mbah Kodok Rabi Peri Setyowati: Upaya Membumikan Mitos untuk Generasi 4.0

Apa yang terlintas di pikiran generasi milenial ketika mendengar kata mitos? Sependek pengetahuan saya, beberapa teman akan menjawab tentang hal-hal seperti kejatuhan cicak di kepala, menabrak kucing hitam, dan semacamnya. Beberapa yang lain menyebut urusan semacam larangan makan di...

Konon Agama Bisa Menyelesaikan Apapun

Konon, agama bisa menyelesaikan apapun. Kalimat itu kerap terdengar dari mimbar, dalam doa ibu-ibu sore hari, bahkan di bisikan batin orang-orang yang hidup dalam kegelisahan. Sebuah keyakinan yang diwariskan turun-temurun, seolah agama adalah obat mujarab untuk segala luka, penawar...

Memburu (Ingatan Tentang) Peng Tan

Prima Sulistya, teman sekaligus editor saya untuk buku Aku dan Film India Melawan Dunia (dua jilid, terbit 2017), sempat membuat saya marah. Saya selalu menyukai cara kerja dan hasil kerja Prima, salah satunya karena ia tidak sekadar jadi tukang...

Gejolak Makam Keramat

Pada Maret–Juli 2017, saya dan Agung Kurniawan menyutradarai pertunjukan teater berjudul ‘Gejolak Makam Keramat’. Pertunjukan ini melibatkan ibu-ibu penyintas 65 di Jogja yang tergabung dalam sebuah komunitas bernama Kiprah Perempuan (KIPPER). Pertunjukan ini adalah bagian dari karya instalasi visual...

HUJAN “MENCIUM” DESA

Di hari-hari yang hujan, orang-orang ingin manja dan merasakan kenikmatan. Oh, hujan dan tidur yang lelap. Keinginan yang remeh. Ada yang menyambut hujan dengan kopi dan rokok. Nah, cara yang wajar tapi membosankan. Di kamar, menonton film yang romantis...
- Advertisement -spot_img

Latest News

Puisi Yanuar Abdillah Setiadi

Sepatu Bawalah aku ke negeri-negeriyang ada di dongengpengantar tiduryang dibacakan ibu.Di negeri itu,Aku bisa kaburdari hiruk pikuksosial media. Purbalingga, 2025 Spidol Bukankah Tuhan...
- Advertisement -spot_img