Kamis, Februari 5, 2026
No menu items!

Reuni Tiga Sahabat

Must Read

Ini adalah cerita tentang Kakek saya yang usil dan kadang menjengkelkan. Kakek memang humoris, beliau sering membuat anak cucunya tertawa terbahak-bahak dengan kata-kata dan polah tingkahnya. Saya akan menceritakan keusilannya bersama kawan-kawan sebayanya yang dia lakukan di usia kepala-lapan.

Suatu ketika Kakek ingin mengadakan sebuah reuni kecil bertemu dengan dua sahabatya. Saya tidak begitu paham mengapa hanya dua sahabat, mungkin karena teman-teman Kakek sudah banyak yang meninggal dunia. Reuni akan dilangsungkan di sebuah warung sambil menikmati teh hangat. Karena waktu itu belum ada alat komunikasi maka Kakek merelakan diri sebagai penghubung.

Nahhh, di sinilah keusilan Kakek dimulai. Seusai bertemu dengan salah satu temannya, beberapa hari kemudian beliau menyambangi satu temannya lagi untuk menyampaikan jadwal pertemuan. Akan tetapi dalam pertemuan tersebut kakek menyampaikan pesan bahwa si A temannya sudah sulit mendengar, jadi kalau bicara mesti lantang. Maka si B nurut saja pada apa yang dikatakan Kakek. Kemudian Kakek kembali ke rumah si A untuk menyampaikan bahwa si B setuju dengan jadwal yang sudah ditentukan. Namun Kakek juga berpesan pada si A jika bertemu dengan si B suaranya harus lantang lantaran sudah bolotan. Si B mengiyakan.

Hari pertemuan di Warung Teh sudah tiba. Tiga sahabat itu datang bersamaan. Semula mereka amat girang karena lama tak berjumpa. Saling menyapa dengan suara yang amat kencang. Seisi warung dikagetkan dengan pertemuan mereka, suasananya amat seru dan meriah. Percakapanpun terjadi. Suara mereka berdua sama-sama lantang membuat seisi warung terheran-heran. Kakek saya tersenyum sendiri melihat dan mendengar ekspresi kedua temannya tersebut.

Semakin lama mereka berdua semakin menyadari dan saling menegur kalau suara mereka terlalu keras. Nggak enak mengganggu pengunjung lainnya. Si A bilang bahwa dia masih bisa mendengar dengan baik pun si B juga masih normal pendengarannya. Kontan keduanya langsung sadar dan menatap Kakek saya dengan tatapan jengkel.

Kakek menyeruput teh panas lantas tertawa terkekeh-kekeh dan disusul tawa mereka berdua sambil mengumpat: JINGAN!!! Kehkehkehhh… kehkehkehkeh… kehkehkeh…!!! (S3)

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

CATATAN PERJALANAN BENGKEL MIME KE TIMUR #2

24 April 2018 Dalam perjalanan menuju Ambon memakai kereta dan pesawat, kami singgah terlebih dahulu di Surabaya tepatnya di daerah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img