Enam Tubuh di Petang yang Cukup Teduh
Akhir Januari, dan kau menggenapi sebuah undangan menyaksi, menonton parade pantomim yang diadakan Yayasan Rumah Pantomime Yogyakarta di IFI. Setelah menimbang ulang untuk memakai tebal jaket dan sepatu, sebab kau ingat pendingin ruangan...
1.
Setelah makan, dan menggenapi beberapa urusan, kau berangkat ke tempat pertunjukan; dan kau sadari, cukup sering menonton pertunjukan atau pameran dengan keadaan perut yang sudah terisi—meski tak kenyang. Sesampainya di sana, kau mendapati orang-orang menanti dimulai pertunjukan. Dan, tentu,...
1.
Sesampainya di ruang pertunjukkan, kau cari posisi duduk yang dirasa nyaman. Setelah duduk-bersandar, kau lekas saja tercuri pada instalasi yang ada di atas panggung. Sekalian penonton bergegas masuk dan mencari posisi yang pas dan luang. Di panggung itu,...
1.
Setelah berziarah ke makam Soerjopranoto, dan mampir ke Aula Budi Utomo, serta makan siang di sana, kalian lalu dibawa ke TBY. Di bis, kalian diberi ikat kepala bertuliskan: Sarekat Islam—dengan lambang bulan-bintang di antara dua kata yang menjelma frasa....
1.
Saat memasuki ruang pertunjukan yang seperti kubus hitam itu, kau begitu terpukau pada apa yang ada di area panggung, di area pertunjukan. Ada kain putih yang menutup segala; menutup lantai dan benda-benda yang belum bisa diterka sebelum pertunjukan bermula....
Mengapa kita—yang mengaku atau diaku sebagai praktisi seni rupa profesional—menggambar, melukis, membuat patung, dan atau, membuat karya-karya seni rupa...