Jumat, Maret 20, 2026
No menu items!

Ingatan Ramadhan

Must Read
Andy SW
Andy SW
Lelaki pendiam nan bersahaja. gemar berpuisi, menggambar, menabung dan bercita-cita.ia amat sedih jika melihat sawah ditumbuhi rumah.ia kembali senang jika menatap mentari pagi terbit di ufuk timur.

Lebaran sehari lagi telah tiba dan bulan Ramadhan segera berlalu. Namun aku teringat kisah masa kecil yang membuatku selalu rindu pada bulan Ramadhan. Beginilah kisahnya:

Bulan Ramadhan tahun 80-an, waktu itu aku masih kanak-kanak, seperti tahun-tahun lalu di kampung aku pasti mengadakan Sholat Tarawih untuk anak-anak. Sebagaimana anak-anak yang lainnya, aku turut serta Tarawih bersama. Sangat senang bertemu dengan anak-anak seusia dan bisa saling bercanda tawa. Sungguh merugi jika tidak berangkat tarawih karena selain gak bertemu teman-teman, bakalan gak mendapat jaburan hehehe… Jaburan adalah nama lain dari makanan ringan yang dibagikan usai sholat tarawih agar anak-anak senang.

Waktu itu di hari pertama tarawih para muda-mudi kampung bertugas menjadi panitia tarawih anak-anak. Mereka bertugas mengatur ketertiban dan kelancaran jalannya sholat tarawih anak-anak. Termasuk mengatur keuangan tabungan anak-anak selama satu bulan. Selain program Jaburan, ada juga pengajian dan lomba-lomba. Anak-anak diwajibkan menabung agar waktu tiba Lebaran nanti bisa untuk jajan bersama teman-teman atau membeli baju baru. Nahhh, ini dia dimulainya kisah tak terlupa hingga hari ini.

Dalam menjaga ketertiban dan kelancaran Tarawih, para panitia membuat aturan-aturan yang wajib diikuti oleh anak-anak. Maka dibuatlah kelompok-kelompok yang beranggotakan sepuluh bahkan kadang lebih, tergantung jumlah peserta yang datang. Kelompok tersebut dibuat untuk menjaga ketertiban seusai Tarawih. Anak-anak diminta duduk berbaris memanjang  ke belakang, kemudian para panitia membagikan jaburan dan tabungan per kelompok. Rupanya kelompok dibuat agar anak-anak tidak berebutan saat pembagian Jaburan.

Masing-masing kelompok ada namanya yang ditentukan pada hari pertama Tarawih. Setiap ketua kelompok diminta memilih nama nama-nama dari para sahabat Rasulullah Muhammad SAW. Panitia meminta anak-anak yang lebih besar mendampingi adik-adiknya dalam hal memberi nama kelompoknya. Kebetulan pendamping kelompokku adalah kakak kandung sendiri jadi aku nurut saja dengan apa yang disarankan kakak.

Anggota kelompokku terdiri dari sepuluh orang yang usianya 4-7 tahunan. Aku terpilih menjadi ketua kelompok kemudian kakak menyarankan sebuah nama untuk kelompok kami. Maka setelah semua berjajar rapi panitia memanggil nama-nama ketua kelompok kemudian diminta menyebut nama kelompoknya. Ada kelompok Usman, Ali, dan Umar dan ketika namaku dipanggil, aku berteriak dengan lantang: Abu Jahal…!!!!! Langsung saja para panitia dan seisi mushola yang paham tertawa terbahak-bahak. Sementara aku dan teman-teman satu kelompok diam kebingungan.

Namun semakin lama saya sadar bahwa nama yang aku ucapkan itu salah. Dan benar saja setelah seorang panitia menyarankan mengganti nama menjadi Abu Bakar. Panitia menjelaskan bahwa nama Abu Jahal bukan Sahabat Nabi melainkan yang memusuhi Nabi Muhammad. Rasanya malu sekali.

Setelah mendapat bagian Jaburan aku langsung berlari pulang ke rumah. Sesampai di rumah aku menangis sambil marah-marah memukuli kakak. (S3)

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Latest News

Gawe-gawe Lohgawe

Jumat, 6 April 2018, sore hari. Hujan mulai reda. Langit masih dikepung mendung tebal. Saya terus menunggu sambil harap-harap...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img